Minggu, 05 Juni 2011

Apaitu sahabat ( aricloud )

Apa itu sahabat?
Sebagian besar orang akan menjawab “sahabat adalah orang yang menyayangi kita, orang yang bisa memahami kita, orang yang senantiasa hadir saat kita membutuhkan, mau berbagi, orang yang mau mendengar keluh kesah kita, orang yang mau bersahabat dengan kita apa adanya, yang mendekat saat seluruh dunia menjauh, dan sebagainya…”

Pengertian ini tentu sudah lazim kita dengar dari kebanyakan orang, namun tahukah anda, ternyata pengertian sahabat seharusnya tidaklah seegois itu. Mengapa saya menyebut pengertian di atas sebagai pengertian yang egois?
Sebab pengertian tersebut hanya terpusat pada diri kita sendiri, yaitu “untuk kita” tadi.

Pada suatu ketika saya bertanya kepada sahabat saya Kang Zen El Fuad lewat SMS :
Apa itu pengertian sahabat menurut Kang Zen?

Kemudian Kang Zen menjawab kira-kira begini :

“Sahabat adalah orang yang dimana saya merasa senang kalau dapat memberi sesuatu kepadanya.”

Saya pun tersenyum dengan jawabannya itu. Itu adalah jawaban pertama yang saya dengar dari orang lain tentang pengertian “sahabat” yang tulus dan tidak egois.

Oleh karena itu kemudian saya merumuskan, bahwa menurut saya lebih tepat pengertian sahabat adalah :

“Orang yang kita sayangi,… orang yang selalu ingin kita do’akan,..orang yang ingin kita pahami lebih dalam, orang yang ingin kita bagi ketika kita senang, dan tidak ingin kita bebani ketika sulit, dan manakala ia kesepian dan merasa seluruh dunia menjauh darinya, maka kita katakan : Sahabatku…sungguh seluruh dunia tidak pernah menjauh darimu, justru kitalah yang menjauh dari mereka, marilah kita sambut mereka, berbagilah untuk mereka, mari dengarkan impian mereka, sambutlah tawa mereka, hapuskan tangis mereka, karena kita adalah “cinta”.”

Senin, 30 Mei 2011

Nilai Persahabatan dan Uang

Di sebuah kota tinggallah seorang saudagar kaya. Putranya bernama Mahmud. Teman Mahmud banyak sekali. Ia juga sering menjamu teman-temannya makan malam.

Suatu hari Pak Saudagar Kaya bertanya pada anaknya, “Mahmud, siapakah mereka yang sering datang ke rumah ini?”
Mereka teman-temanku, Ayah,”jawab Mahmud.
Esok harinya, Pak Saudagar Kaya kembali bertanya pada anaknya. Jawaban Mahmud tetap sama. Akhirnya Pak Saudagar Kaya mengusir Mahmud dari rumahnya.
Dengan sedih Mahmud pergi ke rumah seorang temannya.
“Kawan, aku diusir ayahku. Bolehkah aku bermalam di rumahmu?”“Ah, Mahmud! Sayang sekali, tak ada kamar kosong di rumahku. Kasihan sekali nasibmu!” jawab temannya itu.
Mahmud lalu mengunjungi rumah temannya yang lain. Namun semua memberi jawaban yang sama. Mahmud terpaksa bermalam di jalan. Setelah tiga minggu berlalu, datanglah pelayan ayahnya sambil berkata, “Tuan Muda, Tuan diminta kembali oleh ayah Tuan!”
Maka kembalilah Mahmud kepada ayahnya. Setibanya di rumah, ayahnya berkata, “Anakku, seorang teman sejati tak akan membiarkan temannya dalam kesulitan. Mereka bukanlah teman sejati. Mereka berteman denganmu hanya karena uang! Jadi, hati-hatilah dalam memilih teman!”.

Setelah memberi nasihat, Pak Saudagar Kaya pergi ke pasar. Di sebuah tempat yang sepi, ia melihat seorang laki-laki terbunuh. Ia lalu mendekat untuk menolong laki-laki itu. Namun malang benar nasibnya! Ia malah disangka membunuh laki-laki itu. Polisi menangkapnya dan membawanya ke penjara.

Pengadilan menjatuhkan hukuman gantung kepadanya. Mendengar berita itu teman-teman Pak Saudagar Kaya merasa iba. Mereka lalu beramai-ramai datang menghadap Hakim.

“Yang Mulia Bapak Hakim, tolong bebaskan kawan saya ini. Ia pasti tidak bersalah. Saya akan memberikan seluruh harta milik saya kepada Yang Mulia, andai Pak Saudagar Kaya dibebaskan!” seru Pak Peternak, sahabat Pak Saudagar Kaya.

Namun Hakim tetap pada keputusannya.
“Yang Mulia, bebaskanlah teman hamba ini. Jika Yang Mulia menginginkan jaminan, saya bersedia menjadi penggantinya. Gantunglah saya, sebagai ganti Pak Saudagar Kaya!” tantang Pak Pedagang Kain.
Mendengar kata-kata Pak Pedagang Kain, Hakim berpikir keras. Ia meminta kepada polisi untuk menyelidiki perkara pembunuhan sekali lagi. Akhirnya polisi menemukan pembunuh yang sebenarnya. Pak Saudagar Kaya pun dibebaskan.

Ketika Pak Saudagar Kaya sampai di rumah, ia berkata kepada Mahmud, “Anakku, lihat! Mereka itulah kawan-kawan sejatiku. Mereka tidak meninggalkan aku dikala aku susah. Kau harus mencari teman yang demikian!”Mahmud mengangguk-angguk. Pak Saudagar Kaya lalu berkata lagi, “Nah, kini kuberikan kau seratus dinar. Pergunakanlah uang ini sebaik-baiknya!” Mahmud menerima pemberian ayahnya dengan senang hati. Ia membuka sebuah toko kecil. Setelah beberapa lama Saudagar Kaya datang mengunjungi toko anaknya dan bertanya, “Anakku, berapa besar penghasilanmu sekarang?”“Seribu dinar, Ayah,” jawab Mahmud bangga.
“Baik sekali!” puji Pak Saudagar Kaya, “Kau telah berhasil dengan baik. Sekarang, kembalilah kepadaku. Kita akan menjadi kawan berdagang yang baik!”
Mahmud setuju. Suatu ketika ayah dan anak itu berjalan menyusuri tepi sungai. Tiba-tiba Pak Saudagar Kaya meminta uang Mahmud yang berjumlah seribu dinar. Tanpa disangka, ayahnya membuang kantung berisi seribu dinar itu.
“Apakah engkau merasa sedih, anakku?” tanya Pak Saudagar Kaya.“Ya, tentu saja,” jawab Mahmud, “Uang itu aku cari dengan susah payah.”Sekarang engkau merasakan, bagaimana perasaan seseorang yang jerih payahnya dibuang percuma,” kata Pak Saudagar Kaya. “Begitulah perasaanku dulu. Ketika kau berpesta pora dengan teman-temanmu.”
Mahmud pun mengerti maksud ayahnya. Sejak itu Mahmud berjanji tak akan menghambur-hamburkan uangnya dengan percuma.
Dari Pustaka Bobo Diceritakan kembali oleh Lintje

Arti Persahabatan

menurut saya, Arti Persahabatan itu sendiri adalah,
menjadi tempat saling curhat , saling berbagi , dan selalu ada di saat sahabat tersebut membutuhkan .
tidak ada kata seperti sungkan dalam arti apapun . dapat dipercaya .
tidak akan menusuk sahabatnya dari belakang,
bergembira bersama, dan selalu akan menjadi sahabat selamanya .
belum pernah ada kata mantan sahabat dalam hidup saya.

buat saya, sahabat segalanyaa ..
semua bisa menjadi teman dan sahabat kita, =)